Jika Tak Kau Temukan Cinta, Biar Cinta menemukanmuTemukan Cintamu di Bioskop 30 Desember 2014Dapatkan kesempatan mendapatkan TIKET NONTON GRATIS FILM Assalam Kaminonton “AssalamulaikumBeijing” awalnya sih aku nggak mau nonton film itu pasti tentang cinta – cintaan, aku maunya nonton “Merry Riana” biar ada motivasi sedikit buat UAS eh merekanya nggak mau yasudah aku ikut aja AssalamualaikumBeijing (2014) photo via : www.bukalapak.com. Film ini pertama kali dirilis di tahun 2014 yang lalu dan merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel kayra Asma Nadia. Film ini menceritakan tentang perjuangan cinta yang amat rumit dan tentunya kita bisa mengambil banyak hikmah dan juga pelajaran berarga dai film yang Jujurya, pertama kali memutuskan pre order ini, karena tau, buku ini akan langsung di film kan dan morgan yang akan jadi pemeran utama nya. gw udah kepelet sama morgan semenjak nonton assalamualaikum Beijing, jadi penasaran, Dan pas baca resensi bukunya, kok menarik.. tentang seorang jilbab traveler, cita-cita gw banget. Akhirnya ga pikir AIdentitas Flm Produser : Yoen K, Ody Mulya. Sutradara : Guntur Soeharjanto Durasi : 90 Menit Produksi : Maxima Pictures Tanggal rilis : 30 Desember 2014 Karya : Asma Nadia Pemain : Revalina S. Temat sebagai asmara Morgan oey sebagai zhongwen Laudya chyntia bella sebagai sekar Deddy mahendra desta sebagai ridwan Chyntia ramlan sebagai anita Ibnu jamil assalamualaikum saya bukan orang buat mas fauzi saya sering juga nonton filem indonesia (filem seram) setan kuburan (bunyamin s) sundel bolong yang pasti konfrontasi itu akibat pengaruh komunis, atas desakan beijing ah biarlah luka lama jangn di ungkit . tentang film . film indon kan pernah box office di malaysia, tapi 6 Belum puas menikmati keindahan China di film Assalamualaikum Beijing? Lanjutkan menonton film Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014) 7. Gak tanggung-tanggung! Film Haji Backpacker (2014) syuting b70w. - Assalamualaikum Beijing akan tayang di stasiun televisi Trans 7 pada Minggu 31/5/2020 pukul WIB. Penayangan film Indonesia ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan stasiun televisi. Film yang diadaptasi dari novel berjudul Assalamualaikum, Beijing! karya Asma Nadia ini dibintangi oleh Revalina S Temat, Morgan Oey, Ibnu Jamil, Laudya Cynthia Bella, dan Deddy Mahendra sebagai sutradara Assalamualaikum Beijing adalah Guntur Soeharjanto. Naskah ditulis oleh Alim Sudio dan Asma Nadia. Film berdurasi 95 menit ini rilis pertama kali pada 30 Desember 2014. Selain Assalamualaikum Beijing, Guntur Soeharjanto juga merupakan sutradara Rumput Tetangga 2019, Lampor Keranda Terbang 2019, Belok Kanan Barcelona 2018, Ayat Ayat Cinta 2 2017, Dreams 2016, Jilbab Traveler Love Sparks In Korea 2016, Pinky Promise 2016, Cinta Laki-Laki Biasa 2016.Ada juga film berjudul LDR 2015, Where Is My Romeo 2015, 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 2014, Runaway 2014, Tampan Tailor 2013, Crazy Love 2013, dan 99 Cahaya di Langit Eropa 2013. Sinopsis Assalamualaikum Beijing Asmara Revalina S Temat merasa sangat senang. Besok dia akan menikah. Sayangnya, kebahagiaan itu hancur seketika. Asmara mengetahui bahwa kekasihnya, Dewa Ibnu Jamil, sempat berselingkuh dengan teman sekantornya yang bernama Anita Cynthia Ramlan. Dewa memohon kepada Asmara untuk tetap melanjutkan pernikahan. Namun Asmara terlanjur sakit hati dan marah besar. Terlebih, perselingkuhan Dewa dengan Anita ternyata membuahkan janin. Anita hamil. Setelah kisah miris itu, Asmara menerima tawaran pekerjaan di Beijing, Cina. Kesempatan itu dia dapatkan dari Sekar Laudya Cynthia Bella dan Ridwan Deddy Mahendra Desta. Sekar dan Ridwan merupakan pasangan suami-istri. Saat berada di Beijing, Asmara bertemu dengan Zhongwen Morgan Oey. Zhongwen merupakan lelaki yang tampan dan ramah. Kepada Asmara, Zhongwen memperkenalkan legenda cinta Ashima, putri cantik dari Yunan. Sejak pertemuan itu, Asmara dan Zhongwen semakin sering berkomunikasi. Kebaikan dan perhatian Zhongwen juga membuat Asmara perlahan membuka hatinya kembali. Namun keadaan semakin rumit saat Dewa menyusul Asmara ke Beijing. Dalam situasi yang serba belum pasti mengenai kisah cintanya, Asmara justru divonis terkena antiphospholipid sntibody syndrom atau APS. APS adalah penyakit yang berhubungan dengan pengentalan darah. Efeknya, Asmara merasakan sakit luar biasa, serangan stroke, sulit bergerak, bahkan nyaris buta. Selain itu, APS juga membuat Asmara sangat tidak dianjurkan untuk hamil dan melahirkan, bahkan berpotensi mengancam bagaimana kelanjutan kisah ini? Saksikan langsung film Assalamualaikum Beijing di Trans 7 pada Minggu 31/5/2020 pukul WIB. Berikut ini trailer film Assalamualaikum Beijing. - Film Kontributor Sirojul KhafidPenulis Sirojul KhafidEditor Iswara N Raditya Detos 21, Margonda, Depok. Siang, 30 Desember 2014, saya terpana melihat kerumunan orang mengantri tiket nonton film “Assalamualaikum Beijing”. Ya, hari itu merupakan pemutaran perdana film tersebut di bioskop. “Sejak pkl mbak, saat kami baru buka!” ujar salah satu satpam di sana. Saya lirik penanda waktu di tangan saya. Pkl Antrian masih panjang. “Nonton film jam berapa, mbak?” Tanya saya pada salah satu gadis berjilbab pink yang tengah mengantri. “Tadinya mau nonton yang jam 13-an, Mbak. Tapi tiketnya habis. Yang jam juga sudah habis. Ini ngantri yang jam “Kok mau ngantri begini?” “Iya, Mbak. Nggak sabar nonton filmnya. Nanti biar jalan-jalan dulu deh. Yang penting sudah dapat tiket dulu!” katanya mesem. Assalamualaikum Beijing merupakan novel karya Asma Nadia yang ditulisnya tahun 2012. Novel ini mengisahkan tokoh Asma yang terpaksa membatalkan pernikahannya sehari menjelang hari H karena calon suaminya Dewa mengkhianatinya. Asma lalu menerima tugas sebagai penulis kolom di Beijing. Bersama sahabat setianya Sekar dan suami Sekar Ridwan, Asma menikmati tugas barunya di Beijing dan berusaha melupakan Dewa. Hingga pada suatu hari muncul Zhong Wen, lelaki sederhana dan tulus yang menceritakan padanya tentang Ashima, sebuah legenda Yunan, Cina. Namun sayang, Asma kemudian mengalami sakit APS Anti Phospolipid Syndrome yang cukup parah, yang bisa mengakibatkannya stroke, lumpuh hingga kehilangan penglihatan. Asma lalu pulang ke Indonesia tanpa memberitahu Zhong Wen apa yang terjadi dan berusaha melupakan Zhong Wen. Zhong Wen yang ingin menjadikan Asma sebagai istrinya kemudian menyusulnya ke Indonesia. Ada banyak hal menarik tentang novel Assalamualaikum Beijing selanjutnya disebut AB terkait penulis dan teknik kepenulisannya. Yang pertama adalah bahwa beberapa bagian dalam cerita merupakan potongan-potongan yang dialami Asma Nadia selaku penulisnya. Misalnya perkenalannya dengan Mark Wu yang banyak membantunya saat di Beijing, termasuk memperkenalkan Asma pada legenda Ashima, tahun 2008. Perkenalan ini terjadi dengan cara yang serupa benar adegan Zhong Wen dan Asma di bus. Namun tentu saja Mark Wu bukan Zhong Wen, dan Asma Nadia bukanlah Asma dalam novel tersebut. Nama Zhong Wen sendiri diberikan oleh Putri Salsa Caca, anak Asma Nadia, saat sang ibu membuat novel tersebut. Konon Zhong Wen berarti “yang terpelajar”. Tokoh lain, misalnya Sunny, juga merupakan tokoh nyata dengan nama sebenarnya. Sunny adalah seorang gadis cerdas asal Beijing yang menguasai empat bahasa dan pernah menemani perjalanan Asma Nadia di Beijing. Hal menarik lainnya, “Asma” dalam novel tersebut justru ditemukan penulisnya sebelum ia bertemu Mark Wu, tahun 2005; seorang muslimah pengidap penyakit langka APS Anti Phospolipid Syndrome, penyakit sindrom kekentalan darah yang beresiko stroke, keguguran berulang kali, lumpuh, buta, dan lain sebagainya. Namun dalam kondisi demikian ada seorang lelaki tulus yang kemudian melamar perempuan tersebut menjadi istrinya. Jadi tokoh Asma dalam cerita benar-benar ada. Sosok ala Zhong Wen juga bukan fiktif semata. Hal menarik ketiga, dari berbagai “puzzle” kisah tadi, Asma meramunya dengan apik dalam novel AB. Asma melakukan riset tentang latar peristiwa dan sejarah muslim di Cina, tentang penyakit APS, dan lain sebagainya. Tak berhenti di situ, ia juga menggunakan teknik penulisan berbeda terkait penggunaan point of view sudut pandang tokoh utama Ra dan Asma. Sebagai pembaca kita baru tahu bahwa Ra dan Asma merupakan satu tokoh baru menjelang akhir cerita. Keping-keping peristiwa disebar dalam novel dengan alur yang tarik ulur- maju mundur, penggunaan flash back, sebagaimana cerita yang dimulai dengan in medias res. Cantiknya lagi, novel ini membuka tiap bab-nya dengan semacam quote, kutipan kata-kata bermakna yang diksinya indah dan langsung mengena ke hati pembaca. Kutipan-kutipan tersebut menjembatani pembaca masuk ke tiap bab-nya. Saat membaca novel ini pertama kali, saya sudah melihat novel ini sangat filmis. Adegan-adegan yang dikisahkan penulisnya langsung terbayang di layar benak saya. Bagaimana penulis mengaitkan tokoh utama “Asma” dengan legenda patung “Ashima” merupakan suatu kecerdasan, nilai tambah, yang saya tunggu sekali visualisasinya di film. Mari Menonton Assalamualaikum Beijing! Saat tahu AB akan difilmkan saya betul-betul menanti tayangan ini. Saya mereka-reka, sanggupkah Maxima Pictures memproduksi ini menjadi film istimewa? Apakah karakter para pemainnya akan kuat? Apakah setting akan sesuai? Bagaimana dengan penggunaan bahasa? Lalu apa yang akan terjadi dengan nilai-nilai Islami yang berserakan di dalam novelnya? Akan ada atau malah dihilangkan atas nama komersialisme? Bagaimana sutradara menyiasati unsur Islam dan romantisme sekaligus dalam film ini? Saya dan suami menyaksikan premiere film ini 26 Desember 2014. Sungguh, saya bukan orang yang mudah terkesan, malah cenderung nyinyir terhadap hal-hal yang menurut saya tidak pada tempatnya. Ya, saya sangat selektif dan “bawel” terhadap film-film Indonesia. Begitu pula suami. Saya bisikkan ke telinga suami, “Mas ingat, kita menonton film ini sebagai penonton. Bukan sebagai bagian dari keluarga besar penulisnya.” Suami saya seorang konsultan media yang kerap lebih nyinyir dari saya berkata. “Ya, bila bagus kita dukung. Bila buruk, kita tidak akan mengajak seorang pun untuk menontonnya. Itu pasti!” jawabnya. Alhamdulillah ternyata film AB bagus dan baik untuk dinonton berbagai kalangan! Semuanya tergarap baik; mulai dari para pemain yang berkarakter—Morgan Oey, maafkan semula saya sempat berprasangka buruk tentang aktingmu sebagai Zhong Wen! Revalina S. Temat sungguh tepat memerankan sosok Asma. Ibnu Jamil berperan sangat baik sebagai Dewa. Laudya Chintya Bella serta Desta memiliki chemistry luar biasa sebagai pasangan suami istri kocak sahabat sejati Asma. Sinematografi film ini juga bagus, kita diajak menjelajahi tempat-tempat indah di Beijing. Namun menariknya, penonton tak sekadar diajak “jalan-jalan”, karena semua tempat yang disinggahi terkait erat dengan cerita, bukan sekadar tempelan! Kutipan kata-kata indah dalam novel dimunculkan sutradara melalui perkataan para tokoh, serasa menancap di benak penonton, semisal “Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka.” Atau perkataan Asma pada Dewa “Jangan kau sandingkan nama Tuhan dengan kebohongan!” Atau kutipan “Bila tak kau temukan cinta, biar cinta menemukanmu.” Dan yang akan paling diingat penonton “Cinta sempurna itu ada, dan tak perlu fisik sempurna untuk bisa memiliki kisah cinta yang sempurna.” Beriringan dengan kalimat-kalimat penuh makna, banyak sekali nilai dalam film ini yang disampaikan tanpa menggurui, bahkan dengan kelakar, tapi terasa “jleb” kalau kata anak muda sekarang. Soal adab pergaulan muslim-muslimah, tentang kesabaran, kesetiaan, cinta, perjuangan dan kedekatan pada Allah semua dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan saat sampai pada penonton. Riset tempat dan historis yang dilakukan Asma Nadia dalam novel digarap lebih jeli lagi oleh penulis skenario Alim Sudio, dan sutradara Guntur Soeharjanto yang sebelumnya menyutradarai film “99 Cahaya di Langit Eropa” dari novel Hanum Rais. Tak sampai di situ, riset yang sangat memadai tentang penyakit APS menambah kualitas film ini. Biasanya saya kesal bila di film Indonesia ada tokoh yang sakit, ada rumah sakit, karena digarap sekadarnya. Tapi dalam AB semua sangat informatif dan logis, bahkan terkait penyakit APS dalam film ini mendapat banyak tanggapan simpati dari sebagian dokter yang menonton. Soundtrack film ini berjudul “ Moving On” dibawakan oleh Ridho Irama dalam nada dan nuansa yang sangat pas dengan filmnya. I’ll be over you I’ll praying for your happiness And i~ I am gonna start to move I am gonna start to move Moving on, Moving on, Moving on Moving on, Moving on, Moving on Jadi deh, ini film yang benar-benar bikin “move on”, insya Allah. Oh ya, lagu penutup film berjudul sama Assalamualaikum Beijing diciptakan dan dinyanyikan Asma Nadia bukan dalam film melainkan dalam CD, Album Catatan Hati Asma Nadia. Komentar Mereka Tentang Film AB Dalam twitnya Ibu Elly Risman ellyrismanseorang psikolog dan pakar parenting menulis Tepuk tangan menggema di Theater XXI Epicentrum begitu film Assalamualaikum Beijing berakhir. Film apik sangat layak tonton bagi anak praremaja Anda. Asma Nadia mengemas indah dalam AB keteguhan iman, kisah cinta yang unik & menyentuh dengan sejarah Islam di China. Asma juga menyindir dengan cara yang lucu kegandrungan remaja terhadap budaya Korea yang bikin penonton tertawa tawa. Ustadz Yusuf Mansyur turut merekomendasikan film ini. “Film ini bagus. Banyak penonton pada nangis,” Oki Setiana Dewi memberi film ini nilai 99,9 dari 100. “Bagus, indah dan penuh hikmah,” ujarnya. “Harus nonton!” Artis lain, Ozzy Syahputra berujar, “ Tadinya saya kira ini film jalan-jalan. Ternyata ceritanya bagus sekali. Latar Cina-nya bukan tempelan tapi memang kuat mempengaruhi jalan cerita. Akting pemainnya bagus-bagus. Top!” Dr. Indra Gunawan Affandi, residen neurology/saraf di facebooknya menulis “Alhamdulillah dalam Assalamualaikum Beijing, mbak Asma menyelipkan edukasi tentang faktor resiko baru stroke, terutama stroke di usia muda. Semoga ini menjadi langkah awal sinematografi ilmu kedokteran.” Muhammad Arfian, seorang doktor lulusan Jepang yang nonton beserta keluarga menyatakan film AB sangat bagus, terutama bagi remaja yang tengah dilanda cinta monyet. “Film ini mengajarkan tentang cinta yang bertanggung jawab.” Sementara itu, Meyda Sefira, salah satu artis KCB mengatakan “Bagus banget! AB tontonan wajib bagi kita yang sedang mencari cintaNya!” Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, bahkan mengadakan nonton bareng di Ciwalk XXI 1 Januari 2015. Menurutnya ini film yang menarik, indah, menyentuh, menggugah dan patut ditonton oleh banyak kalangan, terutama para remaja. Banyak nilai yang disampaikan tanpa menggurui. Ini senada pernyataan Mustafa Kamal, anggota DPR RI. “Saya menangis juga nonton Assalamualaikum Bejing, karena mengharukan dan penuh makna, menghasilkan perenungan. Riset dalam filmnya sungguh-sungguh, latar budaya dan historisnya kuat. Bukan sekadar kisah cinta, namun hikmahnya banyak. Harus nonton!” tambahnya. “Film AB ini berbeda. Saya salut dengan keberanian visualisasi film Assalamualaikum Beijing. Ia mendekatkan tiga narasi sekaligus Islam, Indonesia dan Cina,” tutur politikus Fahri Hamzah. Menurutnya film ini berpotensi membawa dialog Islam-Indonesia-Tionghoa dalam khazanah yang lebih tulus. Apakah film ini aman ditonton anak SD misalnya? Seorang anak kelas 6 SD lewat akun saudaranya, febynahumarury usai menonton AB berkata “Film ini bisa jadi bekal aku bahwa cinta itu tidak perlu pacaran…Dan cinta tak perlu fisik yang sempurna tapi perlu iman dan cinta yang tulus. Tapi cinta pertama harus kepada Allah, kepada para rasulNya dan orangtua.” Jadi tunggu apalagi? Yuk segerakan nonton Assalamualaikum Beijing bersama keluarga! Kalau bukan kita yang dukung film bermutu, siapa lagi? NB Nilai film 4,5/5

nonton film assalamualaikum beijing